Log on:
Powered by Elgg

ATELA Teater Teladan :: Blog

October 18, 2010

As, my dear...kadang kita kagum dan bangga bahkan menggap mulia bila dikarunia harta kekayaan, jabatan tinggi dan anak2 menyenangkan hati, namun kadang pula hati kita tertipu dengan kenikmatan, kemewahan dan kekuasaan sekejab, akhirnya urusan akhirat terabaikan padahal tempat kita kembali full kenikmatan hakiki nan lestari, innalillah...

Keywords: Inna lillahi

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

As, my dear... Haji wajib bagi setiap muslim yang mampu melaksanakanya sekali seumur hidup, tetapi ada yang merasa mampu melaksanakanya berkali x yang terjadi di negeri ini, apakah menunjukan kesuburan atau suatu kekufuran, tdk peduli kepada orang lain yang masih banyak kekurangan bahkan ada yang kelaparan. Apakah hajinya mabrur atau karena ingin tur?

Dalam suatu riwayat disebutkan ada orang yang tidak berangkat haji namun dia mendapatkan haji mabrur...disinilah Allah maha tahu dan memberi kemurahanNYA mencintai dan menyayangi umatnya, tanpa harus melalui syariat dan kaifiatnya. Relevan dg sabda Nabi bahwa Allah akan mencatat dan memberi pahala sebanding amal saleh kepada orang yang memiliki niat yang baik.
Tersebutlah Muaffak seorang pekerja sol sepatu yang memiliki niat yang kuat ingin melaksanakan kewajiban haji, kemudian dia menabung tiap hari dari sebagian hasil kerjanya dan tak terasa berminggu, berbulan dan bertahun yang menurut perhitungannya sudah mencukupi ONH.
Istri Muaffak sedang mengandung anaknya rupanya dia mengidam mencium aroma masakan yang maknyuss dari tetangganya lalu meminta kepada suaminya. Kemudian Muaffak mencari tahu siapa gerangan yang masak dengan aroma yang menggiurkan itu...akhirnya ketemu juga di rumah ibu2 yang sudah janda...lalu Muafak salam dan mengutarakan maksud dan tujuannya...bu, maap sedang masak apa, boleh saya minta masakan ibu, istri saya ngidam sedang mengandung anak saya. Ibu janda itu menyahut dengan singkat...
tidak Muafak...
tolonglah bu, istri saya mengidamkan sekali, ...sedikit aja!...
haram buat kamu dan istrimu, kata ibu Janda...
mengapa haram buat kami, bu? Kemudian ibu Janda itu cerita:
Muafak saya mempunyai 3 anak yatim...mereka lebih dari tiga hari tidak makan...padahal saya sudah berusaha kesana kemari tidak ada yang peduli... bahkan minta pada orang pun tidak diberi, kami lalui hari demi hari sampai si kecil pinsan salatri (kelaparan)...hampir putus asa mencari rezeki ...rupanya Allah menunjuki kami ada binatang yang sudah mati membusuk lalu saya masaki sekarang ini...
rupanya Muafak ga kuat menahan diri dari cerita ini tak terasa meneteskan air mata dia menangis merasa iba dan peduli kepada ibu Janda yang ada anak yatim ini,
lalu berkata...ibu...jangan ibu teruskan masaknya bu...ibu belilah daging di pasar dengan uang tabungan saya...ibu tunggu saya ambil uang Onh buat ibu dan anak2 yatim belanja dan makan sepuasnya bu ...
Subhanallah seorang tukang Sol sepatu (Muafak) yang sudah kerja keras menabung buat melaksanakan haji, tetapi dia batalkan demi peduli memberi makan anak yatim tetangganya.
Akhir cerita Muafak mendapatkan haji mabrur walaupun tidak jadi ke tanah suci.
sudahkah kita berniat haji...bagaimana lingkungan kita sudah ditengoki, Allah membenci kepada orang kenyang sementara tetangganya sakit perut kelaparan .

Keywords: Mabrur

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

October 15, 2010

As, my dear...manusia bila kurang beruntung wajarlah tidak tahu cara berterima kasih, akan tetapi bila beruntumg (berhasil) justru manusia melupakan jasa dan kebaikan orang lain, pantas disebutkan dalam Quran hanya sedikit manusia yang bersyukur...jangankan pada orang lain kepada ibunya yang melahirkan bahkan kepada Tuhan yang menciptakanya

Keywords: Sukur

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

October 12, 2010

As, my dear ...menurut ulama ikhlas ada 3, yaitu amalan yang dihubungkan dg kenikmatan dunia disebut am, amalan yang dihubungkan dg pahala di akhirat disebut khas dan amalan yang tidak mengharap kenikmatan dunia atw pahala akhirat disebut khas bil khas. apakah sudah merasakan nikmatnya ikhlas?

Keywords: Ikhlas

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

As, my dear ...menurut ulama ikhlas ada 3, yaitu amalan yang dihubungkan dg kenikmatan dunia disebut am, amalan yang dihubungkan dg pahala di akhirat disebut khas dan amalan yang tidak mengharap kenikmatan dunia atw pahala akhirat disebut khas bil khas. apakah sudah merasakan nikmatnya ikhlas?

Keywords: Ikhlas

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

As, my dear...kadang kita menganggap guru atau ustadz kita adalah orang yang suci seperti malaikat, akan tetapi dia manusia juga seperti kita yang tidak pernah luput dari salah dan dosa, makanya hidayah adalah hak preorogatif Allah bukan ulama yang tidak bisa menjamin seseorang jadi baik atau jahat

Keywords: Hak

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

October 10, 2010

http://feedproxy.google.com/~r/KumpulanSitusSunnah/~3/_lNkKqtiKIE/

Disusun oleh: Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Syaikhul Islam berkata, “Kesyirikan mendominasi jiwa manusia”, sebagaimana disebutkan dalam hadits
?????? ??? ?????? ?????????? ??????? ???? ??????? ????...


Keywords: Hadits

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

October 06, 2010

Orang yang Mulia disisi Allah adalah Takwanya bukan popularitas, harta atw jabatan. Akan tetapi takwa bisa tercapai dengan Amal saleh, namun Amal Saleh yang diterima hanya dari orang mukmin, dan disebut Mukmin bila sudah mencintai sesamanya seperti mencintai dirinya, dg kata lain kemulian adalah aktualisasi akhlaq

Keywords: Takwa

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

October 05, 2010

Heboh klaim Borobudur yang lalu, membuat tulisan ini akhirnya sepertinya perlu. Ummat islam sering bersuara bahwa untuk bangkit dan berdiri, ummat perlu berpegang pada Quran. Dengan bermodalkan semangat, banyak sekali yang memaparkan isi al Quran dengan berbagai versi. Ada versi Science (ataupun pseudo science), ada yang versi bisnis, ada versi Mistik, versi filsafat barat, berbagai versi, dan semuanya berusaha menawarkan solusi (ataupun tidak).

Akan tetapi, kawan-kawan yang mencoba menafsirkan Quran ini, karena tidak berdasarkan ulumul Quran,atau ilmu al Quran, pada akhirnya, yang didapat bukanlah isi al Quran seperti yang diangan-angankan, tetapi isi dari khayalan sang penafsir sendiri.

Hal ini sama saja dengan mencoba mengurai rumus phytagoras dengan ilmu kebidanan. Yang terjadi bukanlah uraian mengenai phytagoras, akan tetapi tebak-tebak manggis dan paksa-sambung. Sama seperti halnya mencoba mengurai Quran, tanpa ilmu mengenai tafsir al Quran. Yang terjadi, bukanlah mendapatkan isi Al Quran sebagai tuntunan hidup, akan tetapi khayalan kosong belaka. Wajar ketika sang penafsir, (dan yang mengikutinya) bukanlah mendapatkan isi Al Quran, akan tetapi isi dari khayalan sang penafsir sendiri.

Hal ini diperburuk dengan kenyataan bahwa gelar keislaman di sebagian tempat di negeri ini, demikian mudah diperoleh, cukup memiliki banyak pengikut, maka disematkanlah -oleh pengikutnya/media- gelar KH, tak seperti dahulu, gelar hanya bisa didapatkan melalui pengakuan dari sekian kiai/ulama yang sudah ada (NU jawa tengah misalnya, dari kiai sepuh), dan memerlukan persyaratan keilmuan tertentu untuk bisa diakui. Gelar ustadz pun dengan mudah disandang oleh siapapun yang sudah sekian kali berbicara tentang islam dimuka umum, tak lagi mengharuskan penyandangnya memiliki ilmu tertentu (ilmu Quran atau Hadist), atau tak usah lagi ditasbihkan oleh kiai.

Jadi, meskipun bergelar ini dan itu, seorang KH penafsir Quran, atau Ustadz penafsir Quran bisa jadi tidak punya ilmu Quran sama-sekali. Beda dengan Ayatullah misalnya. Karena di Iran sana, gelar Ayatullah ya seperti gelar kiai jaman dulu disini. Harus ditasbihkan melalui suatu ujian oleh sekian ayatullah sepuh (eh, udzma maaf) dan memiliki ijazah tersendiri.

Kembali lagi pada para penafsir Quran yang memakai ilmu selain ilmu al Quran itu. Dengan semua niat baik itu, malangnya, bukannya dia mendapatkan kemasyhuran, akan tetapi mendapatkan ‘karma’, bahwa yang memaksakan pendapatnya pada al Quran, akan didorong pada kehinaan dunia, belum lagi di akhirat. Yang perlu dikasihani, bukan hanya sang penafsir, tapi juga para pengikut, bahkan, Quran juga perlu dikasihani, karena jadi terlihat buruk, berkat terseret-seret keburukan tafsiran sang penafsir.

Lalu apakah mereka yang berkata bahwa ummat islam akan selamat apabila berpegang pada Quran itu salah? Tentu tidak. Asalkan, yang dipegang itu benar-benar isi al Quran, yang dipahami lewat tafsir al Quran yang berdasarkan ilmu ulumul Quran.Lalu memang isi al Quran itu apa? Misi al Quran itu apa? Mengapa bisa menyelamatkan diri dari kecelakaan dunia dan akhirat?

Saat ini, demikian jauh umat islam dari al Quran, hingga yang mengetahui misinya, amatlah sedikit. Yang dibayangkan kebanyakan kita ketika mendengar kata ‘Quran diterapkan di kehidupan sehari-hari’ adalah hukum potong tangan, pemisahan perempuan dan laki-laki, dan pemaksaan jilbab terhadap semua orang tanpa kecuali (mungkin kecuali yang berkumis atau berjenggot).

Untuk mengetahuinya, kita harus bertanya dulu pada Rasul, sebenarnya untuk apa dia dijadikan Rasul? Maka beliau menjawab ’sesungguhnya aku ini diutus terutama untuk memperbaiki akhlaq’. Lalu apakah akhlaq Rasul? Sudah demikian masyhur jawaban dari pertanyaan ini. Akhlaq Rasul adalah al Quran.

Isi ayat al Quran sendiri, mayoritas justru bukan mengenai fiqh atau hukum seperti yang disangka banyak orang, akan tetapi kebanyakan mengenai akhlaq, tersurat maupun tersirat dalam kisah-kisah. Bahkan, ayat-ayat fiqh seperti haji, shalat dan zakatpun selalu dikait-kaitkan dengan akhlaq. Tentu yang harus dilihat adalah keseluruhan Quran, dari depan sampai belakang, bukan hanya juz amma :).

Akhlaq apa saja? Akhlaq terhadap diri sendiri, seperti kebersihan diri (fisik dan hati), akhlaq terhadap orang tua, akhlaq terhadap orang lain, seperti menjaga amanah, akhlaq terhadap Allah, seperti selalu menyadari akan keberadaanNya, dst.

Tentu akan selamat di dunia dan akhirat berpegang pada akhlaq. Contoh konkrit ya negeri ini. Indonesia ini kaya, memiliki banyak sumber daya yang hebat, pemikir yang pintar, hasil-hasil penelitian yang dahsyat, akan tetapi, karena pengurus negara ini, berakhlaq buruk, hancurlah sudah negeri ini. Manusia juga demikian.

Tak ada artinya seorang Ilmuwan yang pandai, seorang seniman yang kreatif, seorang agamawan yang pandai berdalil, seorang Bisnisman yang kaya, apabila dia berwatak jahat (berakhlaq buruk). Yang terjadi dia takkan berguna untuk masyarakat, bangsa dan dunia, akan tetapi, bisa jadi malah membawa kehancuran.

Cobalah mengikuti kajian tafsir pak Quraish Shihab (Lentera hati), pak Muchtar Adam (Ponpes Babussalam), pak Afif Muhammad (IAIN Bandung), mereka yang benar-benar mengerti isi al Quran, karena memang mereka ahli tafsir al Quran. Tanyakanlah pada mereka apa sih, misi dan visi Al Quran? Yakin deh, jawabannya : akhlaq.

Keywords: Quran

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

September 09, 2010

???? ???? ???????? ????? ?????? ?? ???????? ????????? Taqabbalallahu minna waminkum, Shiyamana wa shiyamakum, mi nal 'a~idin wal fa~ idzin. La~ ta da' lana dzanban illa~ ghofartah wala~ Hamman illa~ farrojtah kullu amin wa antum bikhairin amin Selamat Idilfitri mohon Maaf Lahir dan Batin (misBAH & Famili)

Keywords: Maaf

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

<< Back Next >>