Sekarang adalah kenyataan,Besok adalah harapan
Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Bila hari ini sama dengan kemarin, maka kita tertipu/terpedaya,
Bila hari ini lebih jelek dari kemarin maka kita tersiksa
Bila hari ini lebih baik dari kemarin itulah harapan
Besok harus lebih dari sekarang dan kemarin (masa lalu).
Masa lalu adalah tonggak sejarah untuk menentukan masa depan, Masa kini adalah kenyataan yang harus dihadapi, Massa yang akan datang harus ditetapkan pada sekarang dengan kata lain
isilah Tahun Baru yang bermanfaat agar hidup kita lebih baik dari kemarin sebagaimana dalam firmanNya "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. 59:18).
Dengan belimpahnya harta kekayaan serta kedudukan yang membanggakan membuat kita betah di dunia, terlena dan lupa akan tujuan hidup dan kehidupan yang sesungguhnya seakan akan hidup selamanya dan tidak pernah berakhir. Padahal kalau kita tengok tidak ada yang pernah luput dari kematian, jangankan sudah tua dan sakit kronis, bahkan yang masih muda belia dan sehat walafiat pun dijemput maut, tidak bisa ditawar atw kompromi malaikat Izrail tetap memanggil, siapapun yang sudah ditetapkan takdir tidak terkecuali kita akan kena gilir, entah esok atw lusa kitapun akan sama seperti mereka, hanya saja kita tidak pernah tahu kapan, makanya kita harus mempersiapakan dan apa yang dapat kita bawa apakah jabatan yang kita banggakan ataw harta kekayaan yang kita andalkan atau amal perbuatan yang kita lalaikan?
Banyak orang mati meninggalkan keluarga anak dan istri yang mencintainya namun pada waktu jasadnya dikubur keluarga anak dan istri tidak sudi menemaninya dan tidak sedikit orang mati, demikian juga yang memiliki harta kekayaan disana sini tidak ada yang dibawa mati, kecuali peti mati dan kain kafan yang menutup diri. Lantas apa yang kita bawa sebagai bekal esok hari akhirat nanti?
Berbekal lah, dan sebaik baik bekal adalah takwa. Kita sudah saksikan orang bilang ada seseorang di negeri ini no.1, baik kekuasaanya maupun kekayaannya akan tetapi pada saat dikubur tidak ada harta yang dibawa bahkan keluarga anak dan pasukanya tidak ada yang mau menemani termasuk orang yang mencintainya. Jadi apa yang dibawa? Maka amal perbuatanlah yang akan setia menemani kita tervtama amal saleh lah yang akan melindungi dan menolong kita.
Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali yang senantiasa beriman dan beramal saleh dan senantiasa saling menasihati dalam kebenaran dan senantiasa saling menasihati dalam kesabaran. (103.2-3)
Fakta telah membuktikan pada kita pada saat seseorang mau dikubur semua ikut mengantarkan baik handai dan tolan termasuk hartanya juga, akan tetapi selesai dikubur semua yang mengantarkanya pulang meninggalkannya, kecuali iman dan amalannya. Menurut Allah melalui rasulnya bersabda bahwa apabila seseorang memiliki harta sepenuh bumi ditambah sepenuh langit tidak berharga bahkan tidak melebihi dari seekor nyamuk akan tetapi orang beriman lebih mulia dan berharga lebih dari harta yang dimiliki sepenuh bumi ditambah sepenuh langit. Amal saleh lah yang mengantarkan kita pada kekasih pujaan harapan dan tumpuan kita yang maha kuasa.
Islam memiliki kalender dan penanggalan yang kita kenal Hijrah, artinya pindah yaitu pindahnya nabi dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah dimana terjadi suatu perubahan dari penindasan kezaliman kurais jahiliyah menjadi aman tentram disambut oleh penduduk madinah, anshar. Barang siapa yang hijrah di jalan Allah maka dirahmati Allah dan di luaskan rezekinya, akan tetapi menurut Nabi tidak ada lagi hijrah setelah itu maka yang ada tinggal niat dan jihad fisabilillah yaitu pindah bermakna perubahan sikap, tindakan, situasi dan kondisi. Dengan kata lain bilamana tahun lalu hidup kita diisi dg hura hura yang sia sia maka dg hijrah ini kita isi dg amal saleh baik sikap dan tindakan kita jangan ada yang sia sia tetapi semua jadikan manfaat dan niat lillahi taala sebagai wujud ibadah kepada Allah sebagaimana tujuan Allah menciptakan tiada lain adalah untuk beribadah.(51.56). Jadi apapun perubahan yang lebih baik, dari kebodohan kepada ulul albab, dari jahiliyah ke modern, dari terbelakang kepada kemajuan, dari kemaksiatan kepada ketaatan, kemungkaran menjadi kebaikan itulah hijrah sehingga hari esok akan lebih baik. Amin
Keywords: Muhasabah