MisbaH :: Blog

February 18, 2010

As, my dear... 3 amalan yang utama,
1. Menuntut ilmu, orang yg menuntut ilmu itu dicintai Allah,
2. Berjuang di jalan Allah, orang yg berjuang di jalan Allah itu
menjadi Kekasih Allah, dan
3. Berusaha mencari yg halal, orang yg berusaha mencari yg halal itu
dimuliakan Allah.
Semoga kita dapat meraih ketiga tiganya amin

Keywords: Amal

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

January 02, 2010

Kemarin adalah kenangan,
Sekarang adalah kenyataan,Besok adalah harapan

Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Bila hari ini sama dengan kemarin, maka kita tertipu/terpedaya,
Bila hari ini lebih jelek dari kemarin maka kita tersiksa
Bila hari ini lebih baik dari kemarin itulah harapan
Besok harus lebih dari sekarang dan kemarin (masa lalu).

Masa lalu adalah tonggak sejarah untuk menentukan masa depan, Masa kini adalah kenyataan yang harus dihadapi, Massa yang akan datang harus ditetapkan pada sekarang dengan kata lain
isilah Tahun Baru yang bermanfaat agar hidup kita lebih baik dari kemarin sebagaimana dalam firmanNya "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. 59:18).

Dengan belimpahnya harta kekayaan serta kedudukan yang membanggakan membuat kita betah di dunia, terlena dan lupa akan tujuan hidup dan kehidupan yang sesungguhnya seakan akan hidup selamanya dan tidak pernah berakhir. Padahal kalau kita tengok tidak ada yang pernah luput dari kematian, jangankan sudah tua dan sakit kronis, bahkan yang masih muda belia dan sehat walafiat pun dijemput maut, tidak bisa ditawar atw kompromi malaikat Izrail tetap memanggil, siapapun yang sudah ditetapkan takdir tidak terkecuali kita akan kena gilir, entah esok atw lusa kitapun akan sama seperti mereka, hanya saja kita tidak pernah tahu kapan, makanya kita harus mempersiapakan dan apa yang dapat kita bawa apakah jabatan yang kita banggakan ataw harta kekayaan yang kita andalkan atau amal perbuatan yang kita lalaikan?
Banyak orang mati meninggalkan keluarga anak dan istri yang mencintainya namun pada waktu jasadnya dikubur keluarga anak dan istri tidak sudi menemaninya dan tidak sedikit orang mati, demikian juga yang memiliki harta kekayaan disana sini tidak ada yang dibawa mati, kecuali peti mati dan kain kafan yang menutup diri. Lantas apa yang kita bawa sebagai bekal esok hari akhirat nanti?
Berbekal lah, dan sebaik baik bekal adalah takwa. Kita sudah saksikan orang bilang ada seseorang di negeri ini no.1, baik kekuasaanya maupun kekayaannya akan tetapi pada saat dikubur tidak ada harta yang dibawa bahkan keluarga anak dan pasukanya tidak ada yang mau menemani termasuk orang yang mencintainya. Jadi apa yang dibawa? Maka amal perbuatanlah yang akan setia menemani kita tervtama amal saleh lah yang akan melindungi dan menolong kita.
Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, kecuali yang senantiasa beriman dan beramal saleh dan senantiasa saling menasihati dalam kebenaran dan senantiasa saling menasihati dalam kesabaran. (103.2-3)
Fakta telah membuktikan pada kita pada saat seseorang mau dikubur semua ikut mengantarkan baik handai dan tolan termasuk hartanya juga, akan tetapi selesai dikubur semua yang mengantarkanya pulang meninggalkannya, kecuali iman dan amalannya. Menurut Allah melalui rasulnya bersabda bahwa apabila seseorang memiliki harta sepenuh bumi ditambah sepenuh langit tidak berharga bahkan tidak melebihi dari seekor nyamuk akan tetapi orang beriman lebih mulia dan berharga lebih dari harta yang dimiliki sepenuh bumi ditambah sepenuh langit. Amal saleh lah yang mengantarkan kita pada kekasih pujaan harapan dan tumpuan kita yang maha kuasa.
Islam memiliki kalender dan penanggalan yang kita kenal Hijrah, artinya pindah yaitu pindahnya nabi dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah dimana terjadi suatu perubahan dari penindasan kezaliman kurais jahiliyah menjadi aman tentram disambut oleh penduduk madinah, anshar. Barang siapa yang hijrah di jalan Allah maka dirahmati Allah dan di luaskan rezekinya, akan tetapi menurut Nabi tidak ada lagi hijrah setelah itu maka yang ada tinggal niat dan jihad fisabilillah yaitu pindah bermakna perubahan sikap, tindakan, situasi dan kondisi. Dengan kata lain bilamana tahun lalu hidup kita diisi dg hura hura yang sia sia maka dg hijrah ini kita isi dg amal saleh baik sikap dan tindakan kita jangan ada yang sia sia tetapi semua jadikan manfaat dan niat lillahi taala sebagai wujud ibadah kepada Allah sebagaimana tujuan Allah menciptakan tiada lain adalah untuk beribadah.(51.56). Jadi apapun perubahan yang lebih baik, dari kebodohan kepada ulul albab, dari jahiliyah ke modern, dari terbelakang kepada kemajuan, dari kemaksiatan kepada ketaatan, kemungkaran menjadi kebaikan itulah hijrah sehingga hari esok akan lebih baik. Amin

Keywords: Muhasabah

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

December 30, 2009

Barangsiapa ridho terhadap takdir Allah, maka takdir itu tetap berlaku
atasnya dan ia mendapatkan pahala-Nya. Dan barangsiapa yang tidak
ridho terhadap takdir-Nya, maka takdir itu pun tetap berlaku atasnya
dan terhapuslah pahalanya. (Ali bin Abi Thalib)

Keywords: Takdir

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

December 13, 2009

As, met pagi my dear...
Semoga pagi ini tetap sehat dan barakah amin...
Ciri2 mukmin yang benar adalah bahwa bila disebut nama Allah tergetar hatinya (karna ada cinta pada Allah), bila dibacakan ayat2 alquran maka bertambah keimanan mereka dan hanya kepada Allah mereka bertawakal, yaitu orang yg mendirikan shalat dan mau mendermakan sebagian rezeki yang dianugrahkan Allah kpdnya, bagaimanakah kita?
Tanda mukmin percaya yg gaib (rukun iman), menjadikan quran sebagai petunjuk, dan yakin adanya hari kiamat (2:2-4), memberikan harta yg dicintainya, mengeluarkan zakat, menepati janjinya, dan shabar terhadap kesusahan, kesengsaraan dan kepedihan (2.177) dan benar (jujur) orang yang taat, dan org yang selalu minta ampunan (3.17)
Tanda mukmin percaya yg gaib (rukun iman), menjadikan quran sebagai petunjuk, dan yakin adanya hari kiamat (2:2-4), memberikan harta yg dicintainya, mengeluarkan zakat, menepati janjinya, dan shabar terhadap kesusahan, kesengsaraan dan kepedihan (2.177) dan benar (jujur) orang yang taat, dan org yang selalu minta ampunan (3.17)
> "+an ya bah, cinta tanah air, menjaga kebersihan, beramal

> sholeh, percaya pd hari kebangkitan, mencintai Alloh ,

> mengharap ridho Alloh, tawakkal, mencintai Nabi melibihi diri

> sendiri , menuntut ilmu , menyampaikan ilmu ,

> memuliakan alqur'an dan masih byk lg...semoga kita ada di salah satu

> cabangnya..."

> "Jg org yg berperang di jalan Alloh, bertaubat, menyempurnakan ruku' n

> sujudnya, amar ma'ruf nahi munkar, memelihara hukum2 Alloh {QS.9.111-112}"

> ""Iman ada 70 atau 60 cabang lebih, cabang yg tertinggi adalah kalimat

> thoyyibah 'laa ilaaha illallooh' dan cabang yg terendah adalah menyingkirkan

> duri atau bahaya lain dari jalanan. Dan malu adalah sebagian dari iman."

> , semoga kita ada disalah satu cabang iman tsbt, agar

> hdp tdk sia-sia. Aaaamiin"

Keywords: Mukmin

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

December 11, 2009

As met pagi my dear...keimanan kita teruji mana kala ada ajakan kepedulian, memang harta seakan berkurang bila kita keluarkan, akan tetapi menambah bekal untuk akhirat bahkan Allah melipatgandakanya, intinya tdk ragu, Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar. (QS. 49:15)
http://www.facebook.com/abah.misbah?ref=profile#/group.php?gid=

Keywords: Mukmin

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

December 07, 2009

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)
http://www.facebook.com/abah.misbah?ref=profile#/group.php?gid=

Adalah group minat bersama untuk mengoptimalkan kemampuan melalu pengembangan diri dengan menggali ilmu langsung kepada sumbernya yaitu kitabullah dan sunnah Rasul

Keywords: Dunia

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

December 04, 2009

As, Mydear met pagi,... tak terasa dah masuk jumat lagi begitu singkat waktu ini hanya terasa sekejap pastas dikatakan akan merugi blla hidup ini tidak ada manfaat, karna menurut nabi tidak beriman orang tidak mencintai sesama, sebaik baik kamu adalah baik akhlaqnya kepada istri dan keluarganya, semoga kita tidak tergolong dalam orang merugi, naudzubillahi mindzalik, amin was...

Keywords: Rugi

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

November 24, 2009

Ya Allah jadikanlah kami dan anak cucu kami orang2 yang tetap mendirikan shalat, ya Allah kabulkanlah doa kami, ampunilah kami, dan kedua orang tua kami serta sekalian mukminin pada hari terjadinya hisab (14.40-41) amin

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

November 20, 2009

Berkurbanlah sebelum jadi korban!

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, ....

Begitu banyak nikmat yang dianugrahkan Allah kepada kita sehingga tidak terhingga banyaknya “Waintauddu ni’matallahi latuhsuha” bila hendak menghitung-hitung nikmat Allah tidak terhingga luasnya bagaikan Alkautsar, seperti dilukiskan dalam firman-Nya “Inna ‘A’thoina kalkaustar....” baik nikmat hidup, nikmat iman, nikmat islam bahkan nikmat sihat ....

Hari ini Begitu banyak orang terbaring dirumah sakit, bukan kenikmatan yang didapatkan, tetapi penderitaan yang memilukan, manakala nikmat sihat telah diangkat, yang lezat-pun tidak enak....hingga seolah tidak berharga lagi harta yang berlimpah... jabatan tidak lagi membanggakan, bahkan istri yang cantikpun tidak menggairahkan. Semuanya tidak ada artinya dibanding sihat. Mereka merintih kesakitan sambil berharap-harap cemas ingin sihat.

Dipagi yang cerah ini kita dapat menikmatinya, sehingga makan akan terasa enak jangankan yang lezat-lezat dengan garampun terasa nikmat bila makan disaat saat lapar, bahkan kita dapat bekumpul dengan keluarga dan dapat menjalankan tugas sehari-hari dengan baik. ..................Alhamdullah itulah keberkahan.

Allah menurunkan keberkahan melalui hujan kemudian jadi rahmat sehingga dapat menyuburkan tanah pertanian, para petani dapat memanen hasil sehingga menjadi rezeki buat hidup dan prikehidupannya yang akhirnnya tercapai kesejahteraan dan kebahagiaan.

Fasholli lirobbika wanhar...... Maka oleh karena berbagai karunia telah banyak kita nikmati sehingga timbal balik rasa terima kasihnya adalah “Dirikanlah sholat dan berkurbanlah...”.

Kurban sebagai perwujudan syukur yang telah Allah wajibkan kepada kita sebagaimana dalam surat Adduha 11 “Wa-amma bini’mati robbika fahadits” Dan terhadap ni'mat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya dengan bersyukur). yang dibuktikan dengan sholat dan rela berkurban baik harta maupun nyawa ihlas ingin mengharap rido dari Allah ...

Semua ini patut disukuri sebagai timbal balik rasa terima kasih kepada yang memberi kasih sayang, dengan mengeluarkan sebagian harta yang telah dianugerahkannya melalui sedekah infak termasuk kurban........

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (14:7). Dengan kata lain .... “Berkurbanlah sebelum jadi korban!,

Kita ambil contoh bila lapindo mau berkorban menggantikan masyarakat sekitar dengan nilai 1 trilyun maka dia tidak kehilangan 17 trilyun...karena tidak sedikit mereka yang tidak berkurban justru pada akhirnya jadi korban, korban bencana, korban kerusuhan, korban penganiayaan, korban pelecehan, korban fitnah dan korban neraka jahanan....

Air hujan yang seharusnya bisa mendatangkan rahmat, seperti diuraikan tandi mendatangkan kesuburan dan kesejahteraan melainkan sebaliknya hujanpun bisa mendatangkan laknat. Banjir melanda banyak tenggelam rumah2 tinggal atapnya tidak terkecuali efek lapindo,

Banyak bangsa-bangsa binasa tertimpa berbagai musibah, seperti bencana banjir melanda dan gempa bumi yang menimpa, tidak terhitung kerugian tidak hanya kehilangan harta bahkan nyawa baik itu di jaman kaum Ad, Samud, Nuh dan Etopia akibat mengingkari nikmat atau melalaikan ajaran Tuhan.dan tidak menutup kemungkinan bisa terjadi kepada bangsa Indonesia, naudzu billahi mindalik.

"Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya).(6.65)

"Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdo`a kepada-Nya dengan berendah diri dan dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur." (6:63)

Jadi yang turun kepada kita bukan keberkahan, tetapi kehancuran melanda, bencana alam menimpa, banjir membawa korban, gempa dimana-mana, tawuran tanpa kasih sayang seperti tidak berharga sebuah nyawa dan krisis yang berkepanjangan, baik krisis ekonomi, krisis kepercayaan, krisis kepemimpinan dan lain-lain, tidak terkecuali krisis integrasi bangsa, Innna lillahi wainna lillahi rajiun.

Apakah musibah ini ujian, peringatan atau hukuman, dan bagaimana dengan kita Indonesia, yang dilanda berbagai krisis termasuk banjir khusunya jakarta? ....

Indonesia yang katanya subur dan makmur gemah rifah loh jinawi, banyak sandang, banyak pangan dan banyak pula yang kelaparan. Padahal “orang bilang tanah kita tanah syurga, tongkat kayu dan batu-pun jadi tanaman”. Tetapi mengapa,.. masih banyak kekurangan, masih banyak kelaparan, masih banyak yang tidak mendapat pekerjaan dan tidak sedikit kemiskinan.

Jangan-jangan karena bangga dengan dosa-dosa, atau sombong dengan kekuatan, bahkan haus kekuasaan, sehingga tidak lagi arif dalam berpijak dan tidak adil dalam berpihak, justru yang salah kita bela, yang benar tersia-sia, sampai yang lemah dikunyah, bahkan korupsi dilindungi, perjudian diberi kesempatan, prostitusi dilokalisasi, yang hina dapat pujaan, orang mulia dilecehkan, orang miskin terabaikan, orang kaya dapat kepedulian, alquran hanya hiasan sementara koran jadi kebu

Keywords: Kurban

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

November 18, 2009

Makna Ikhlas

Ikhlas kepada Allah Ta’ala maknanya seseorang bermaksud melalui ibadahnya tersebut untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta’ala dan mendapatkan keridhaan-Nya. Bila seorang hamba menginginkan sesuatu yang lain melalui ibadahnya, maka disini perlu dirinci lagi berdasarkan klasifikasi-klasifikasi berikut :

Pertama
Dia memang ingin bertaqarrub kepada selain Allah di dalam ibadahnya ini dan mendapatkan pujian semua makhluk atas perbuatannya tersebut. Maka, ini menggugurkan amalan dan termasuk syirik. Di dalam hadits yang shahih dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi bersabda, Allah Ta’ala berfirman. “Artinya : Aku adalah Dzat Yang paling tidak butuh kepada persekutuan para sekutu ; barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang didalamnya dia mempersekutukan-Ku dengan sesuatu selain-Ku, maka Aku akan meninggalkannya berserta kesyirikan yang diperbuatnya” Shahih Muslim, kitab Az-Zuhd (2985)

Kedua
Dia bermaksud melalui ibadahnya untuk meraih tujuan duaniawi seperti kepemimpinan, kehormatan dan harta, bukan untuk tujuan bertaqarrub kepada Allah ; maka amalan orang seperti ini akan gugur dan tidak dapat mendekatkan dirinya kepada Allah Ta’ala. Dalam hal ini, Allah Ta’ala berfirman. “Artinya : Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan” [Hud : 15-16].

Perbedaan antara klasifikasi kedua ini dan pertama ; Bahwa dalam klasifikasi pertama, orang tadi bermaksud agar dirinya dipuji atas ibadahnya tersebut sebagai ahli ibadah kepada Allah. Sedangkan pada klasifikasi ini, dia tidak bermaksud agar dirinya di puji atas ibadahnya tersebut sebagai ahli ibadah kepada Allah bahkan dia malah tidak peduli atas pujian orang terhadapn dirinya.

Ketiga
Dia bermaksud untuk bertaqarrub kepada Allah Ta’ala, disamping tujuan duniawi yang merupakan konsekuensi logis dari adanya ibadah tersebut, seperti dia memiliki niat dari thaharah yang dilakukannya –disamping niat beribadah kepada Allah- untuk menyegarkan badan dan menghilangkan kotoran yang menempel padanya ; dia berhaji –disamping niat beibadah kepada Allah- untuk menyaksikan lokasi-lokasi syi’ar haji (Al-Masya’ir) dan bertemu para jama’ah haji ; maka hal ini akan mengurangi pahala ikhlas akan tetapi jika yang lebih dominan adalah niat beribadahnya, berarti pahala lengkap yang seharusnya diraih akan terlewatkan. Meskipun demikian, hal ini tidak berpengaruh bila pada akhirnya melakukan dosa. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala mengenai para jama’ah haji. “Artinya : Tidak ada dosa bagimu mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Rabb-mu” [Al-Baqarah : 198]. Jika yang dominan adalah niat selain ibadah, maka dia tidak mendapatkan pahala akhirat, yang didapatnya hanyalah pahala apa yang dihasilkannya di dunia itu. Saya khawatir malah dia berdosa karena hal itu, sebab dia telah menjadikan ibadah yang semestinya merupakan tujuan yang paling tinggi, sebagai sarana untuk meraih kehidupan duniawi yang hina. Maka tidak ubahnya seperti orang yang dimaksud di dalam firmanNya. “Artinya : Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) zakat ; jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah” [At-Taubah : 58]. Di dalam Sunan Abu Dawud dari Abu Hurairah disebutkan bahwa ada seorang laki-laki berkata : ‘Wahai Rasulullah, (bagaimana bila) seorang laki-laki ingin berjihad di jalan Allah sementara dia juga mencari kehidupan duniawi?” Rasulullah bersabda : “Dia tidak mendapatkan pahala” Orang tadi mengulangi lagi pertanyaannya hingga tiga kali dan Nabi menjawab sama, “Dia tidak mendapatkan pahala” [Sunan Abu Daud kitab Al-Jihad (2516), Musnad Ahmad, Juz II, hal. 290, 366 tetapi di dalam sanadnya terdapat Yazid bin Mukriz, seorang yang tidak diketahui identitasnya (majhul) ; lihat juga anotasi dari Syaikh Ahmad Syakir terhadap Musnad Ahmad no. 7887]. Demikian pula hadits yang terdapat di dalam kitab Ash-Shahihain dari Umar bin Al-Khaththab bahwasanya Nabi bersabda. “Artinya : Barangsiapa yang hijrahnya karena ingin meraih kehidupan duniawi atau untuk mendapatkan wanita yang akan dinikahinya, maka hijrahnya hanya mendapatkan tujuan dari hijrahnya tersebut” [Shahih Al-Bukhari, kitab Bad’u Al-Wahyi (1), Shahih Muslim, kitab Al-Imarah (1907) ].
Jika persentasenya sama saja, tidak ada yang lebih dominan antara niat beribadah dan non ibadah ; maka hal ini masih perlu dikaji lebih lanjut. Akan tetapi, pendapat yang lebih persis untuk kasus seperti ini adalah sama juga ; tidak mendapatkan pahala sebagaimana orang yang beramal karena Allah dan karena selain-Nya juga.

Perbedaan antara jenis ini dan jenis sebelumnya (jenis kedua), bahwa tujuan yang bukan untuk beribadah pada jenis sebelumnya terjadi secara otomatis. Jadi, keinginannya tercapai malalui perbuatannya tersebut secara otomatis seakan-akan yang dia inginkan adalah konsekuensi logis dari pekerjaan yang bersifat duniawi itu.

Jika ada yang mengatakan, “Apa standarisasi pada jenis ini sehingga bisa dikatakan bahwa tujuannya yang lebih dominan adalah beribadah atau bukan beribadah?” Jawabannya, standarisasinya bahwa dia tidak memperhatikan hal selain ibadah, maka hal itu tercapai atau tidak tercap

Keywords: Ikhlas

Posted by MisbaH | 0 comment(s)

<< Back Next >>