2:261. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
9: 111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar
2:195. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini (S. 2: 195) turun berkenaan dengan hukum nafkah.
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari yang bersumber dari Hudzaifah.)
Dalam riwayat lain dikemukakan peristiwa sebagai berikut: Ketika Islam telah berjaya dan berlimpah pengikutnya, kaum Anshar berbisik kepada sesamanya: "Harta kita telah habis, dan Allah telah menjayakan Islam. Bagaimana sekiranya kita membangun dan memperbaiki ekonomi kembali?" Maka turunlah ayat tersebut di atas (S. 2: 195) sebagai teguran kepada mereka, jangan menjerumuskan diri pada "tahlukah" (meninggalkan kewajiban fi sabilillah dan berusaha menumpuk-numpuk harta)
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Hibban, al-Hakim dan yang lainnya yang bersumber dari Abi Ayub al-Anshari. Menurut Tirmidzi hadits ini shahih.)
Menurut riwayat lain, tersebutlah seseorang yang menganggap bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa yang pernah dilakukannya. Maka turunlah "Wala tulqui biaidikum ilat-tahlukah."
(Diriwayatkan oleh at-Thabarani dengan sanad yang shahih dan kuat, yang bersumber dari Jabir an-Nu'man bin Basyir. Hadits ini diperkuat oleh al-Hakim yang bersumber dari al-Barra.)
2:245. Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
Sahabat Abi Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Tidak ada satu hari pun yang dijelang umat manusia, kecuali setiap pagi ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari malaikat itu berkata: "Ya Allah, berilah ganti yang berlipat ganda kepada orang yang telah menyedekahkan hartanya." Sedang yang satu lagi berkata: "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang tidak mau bersedekah (pada hari ini)." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sahabat Abi Hurairah ra juga berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: Allah swt telah berfirman: "Wahai hamba-Ku, bersedekahlah, tentu Aku akan memberimu balasan rizki yang melimpah." Selanjutya Rasulullah saw bersabda: "Kekuasaan Allah adalah sangat besar, hingga tidak terbandingi oleh sedekah para dermawan yang mendermakan hartanya sepanjang hari. Bahkan kalian tahu bahwa harta yang didermakan sejak diciptakannya langit dan bumi sama sekali tidak akan membandingi rizki yang berada dalam kekuasaan Allah. Arsy Allah berada di atas air, sedang di tangan-Nya (dalam kekuasaan-Nya) terdapat timbangan, yang bisa naik dan turun." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sahabat Ibnu Mas'ud ra berkata, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Siapakah di antara kamu yang lebih mencintai harta keluarganya daripada hartanya sendiri?" Jawab para sahabat: "Tidak ada seorang pun di antara kami yang lebih mencintai harta keluarga daripada hartanya sendiri." Lalu Rasu-lullah saw bersabda: "Sesungguhnya hakikat harta yang milik sendiri adalah harta yang diinfakkan ke jalan Allah, sedangkan harta yang tersisa (belum diinfakkan) adalah harta milik keluarga (ahli waris)." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sahabat Ibnu Mas'ud ra berkata, bahwa Nabi saw telah bersabda: "Tidak ada yang patut diirikan kecuali dua orang: Orang yang diberi Allah harta kekayaan, kemudian ditasarufkan kepada jalan kebenaran. Dan orang yang diberi ilmu pengetahuan, kemudian dia mengamalkan serta mengajarkannya." Dalam riwayat lain ditegaskan: "Tidak ada yang patut diirikan kecuali dua orang: Orang yang diberi Allah pengetahuan tentang Al-Qur'an, kemudian mengamalkannya sepanjang siang dan malam. Dan orang yang diberi Allah harta kekayaan, kemudian menasarufkannya ke jalan kebaikan sepanjang siang dan malam." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Ahmad, Muslim dan Nasai mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Sedekah sama sekali tidak akan mengurangi harta seseorang. Dengan sedekah Allah akan menambah ampunan dan kemuliaan se-seorang. Tidak ada seseorang pun yang merendahkan diri karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya."
Imam Abu Dawud dan Hakim mengetengahkan sebuah riwayat, bahwa Rasulullah saw telah bersabda: "Jauhilah sifat kikir yang berlebihan. Sebab kehancuran yang dialami oleh orang-orang sebelummu adalah akibat kikir yang berlebihan. Dia memerintahkan kepada orang banyak berbuat bakhil, kemudian mereka pun bakhil. Dia memerintahkan kepad
Keywords: Sedekah